Selasa, 12 Mei 2015

contoh resuman mata kuliah ilmu reproduksi ternak



RESUMAN


Inseminasi buatan dilakukan untuk memperbaiki mutu genetik, menghindari penyebaran penyakit dan meningkatkan jumlah keturunan ungul sehingga harapannya mampu meningkatkan kesejahteraan peternak. Proses perkawinan IB dilakukan dengan menggunakan pejantan yang memiliki sifat unggul serta kualitas semen yang baik. Sifat unggul ini terlihat dari ukuran testis yang besar dan simetris. Sedangkan untuk menghasilkan semen yang berkualitas, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti umur pejantan, sifat genetik, suhu dan musim, frekuensi ejakulasi dan pakan ternak. Menurut Suharyati, Sri dan Madi Hartono(2013) pakan yang mendukung kualitas semen sapi, ransum harus memiliki kandungan vitamin E dan mineral Zn, dimana Vitamin E mampu mencegah kerusakan spermatozoa pada ternak jantan. Untuk Mineral Zn berpengaruh terhadap proses, kontrol motilitas sperma, stabilisasi membran sperma, mendukung pertumbuhan dan pembelahan sel-sel gonad, membantu dalam proses pematangan spermatozo didalam epididimis.
kualitas spermatozoa akan semakin rendah seiring menuanya umur ternak. Menurut Melita, Dini, Dasrul, dan Mulyadi Adam(2013) kualitas pada pejantan yang berumur 2-7 tahun dapat menghasilkan semen yang lebih baik untuk angka kebuntingan yang lebih tinggi. Selain itu, kualitas semen pejantan yang sering diejakulat memiliki persentase spermatozoa abnormal yang lebih tinggi, hal ini dipengaruhi beberapa faktor seperti tingkat stres, genetika, gangguan pada tubuli seminiferi, dan kondisi lingkungan yang tidak sesuai. Ariefin Ade Prasetyo, Taswin R. Tagama, dan Dadang M. Saleh(2013) menambahkan bahwa pada pengujian kualitas semen,  tingkat umur akan mempengaruhi kualitas semen darisegi sifat serta tingkat motilitasnya. Selain itu, semen yang sering diejakulasikan akan menurunkan tingkat libido, volume semen dan jumlah spermatozoa per ejakulasi.
Pelaksanaan inseminasi buatan, dapat dilakukan dengan menggunakan semen cair ataupun beku. semen beku digunakan untuk pelaksanan IB didaerah yang letaknya jauh. untuk mempertahankan kualitas dalam jangka waktu yang lama, menurut Amin, Muhammad Rizal, Mozes R. Toelihere, Tuty, Yusuf, dan Polmer Situmorang(1998) IB dapat dilakukan pengenceran plasma semen sapi dengan laktosa. Pengenceran ini akan mencegah terjadinya peroksidasi lipid sehingga menghambat kerusakan pada membran plasma semen. pada kualitas. Pada kualitas pakan yang baik akan menghasilkan konsentrasi spermatozoa tinggi, dimana semen tersebut dapat melakukan metabolisme secara lancear karena ada kualitas pakan yang mendukung serta tingkat seksual dan kedewasaan dari pejantan. Ini sesuai penjelasan D.C ,Candra Aerens, M. nur ihsan, Nurul Isnaini(2012)bahwa kualitas pakan yang diberikan, kesehatan alat reproduksi, besar testis, umur dan frekuensi ejakulasi pejantan akan mempengaruhi presentase konsentrasi spermatozoa.dan untuk sapi local, yang memiliki karakteristik mudah beradaptasi,memiliki kualitas motilitas semen yang tinggi, dibandingkan dengan sapi persilangan. Tingginya mortalitas akan berbanding lurus terhadap tingginya presentase konsentrasi semen.
Pelaksanaan IB dapat dilakukan dengan metode vagina buatan dan elektroejakulator. Pada kedua teknik ini, semen dioptimalkan dalam suhu serta kelembapan yang sama dengan aslinya serta tidak terkena langsung oleh sinar matahari. Dikatakan Herdis(2012)bahwa semen yang terkena sinar matahari langsung, akan mengalami penurunan kualitas. Sehingga saat penampungan semen diperlukan inseminator handal serta kain hitam sebagai penutup tempat penampungan semen. Dengan teknik ini akan membantu mengoptimalkan kualitas semen. untuk penyimpanan Semen cair, dapat disimpan pada suhu 5°C dan mampu bertahan selama 3-4 hari. Dimana suhu ini akan mengubah struktur plasma semen sehingga semen lebih retan terhadap radikal bebas saat berkontak langsung pada oksigen.(Indriani,Trinil Susilawati, Sri Wahyuningsih.2013.) dengan kualitas semen yang baik inilah, pejantan unggul dapat dijadikan pertimbangan untuk mendapatkan litter size tinggi.

Daftar Pustaka


 Amin .Muhammad Rizal, Mozes R. Toelihere, Tuty L. Yusuf, Dan Polmer Situmorang3.1998.Pengaruh Plasma Semen Sapi Terhadap Kualitas Semen Beku Kerbau Lumpur (Bubalus Bubalis). Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner Vol. 4 No. 3
D.C.Candra Aerens, M. Nur Ihsan, Nurul Isnaini.2012.Perbedaan Kuantitatif Dan Kualitatif Semen Segar Pada Berbagai Bangsa Sapi Potong. Hasil penelitian di BBIB Singosari
Herdis.2012.Pengaruh Waktu Penampungan Semen terhadap Gerakan Massa Spermatozoa Dan Tingkah Laku Kopulasi Pejantan Domba Garut. Jurnal Sains Dan Teknologi Indonesia Vol. 14, No. 1, Hlm.38-43
Indriani, Trinil Susilawati, Sri Wahyuningsih.2013. Daya Hidup Spermatozoa Sapi Limousin
yang Dipreservasi dengan Metode Water Jacket dan Free Water Jacke. Jurnal Veteriner September 2013 Vol. 14 No. 3: 379-386
Melita.Dini, Dasrul, Dan Mulyadi Adam.2013.Pengaruh Umur Pejantan Dan Frekuensi Ejakulasi Terhadap Kualitas Spermatozoa Sapi Aceh. Jurnal Medika Veterinaria. Vol. 8 No. 1, Februari 2014
 Prasetyo.Ariefin Ade,Taswin R. Tagama, Dan Dadang M. Saleh.2013. Kualitas Semen Segar Sapi Simmental Yang Dikoleksi Dengan Interval Yang Berbeda Di Balai Inseminasi Buatan Lembang. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(3):907-913
Suharyati.Sri dan Madi Hartono.2o13.Peningkatan Kualitas Semen Kambing Boer Dengan Pemberian Vitamin E Dan Mineral Zn. Jurnal Kedokteran Hewan Vol. 7 No. 2, September 2013



 Amin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar